Menikmati Indahnya Pulau Harapan di Kepulauan Seribu

sunset-pulau-perak

Liburan Bareng Travel Agent? Why Not?

Halo Travelers, apa kabarnya hari ini?
Semoga tetap sehat dan bahagia selalu ya πŸ™‚
Sudah kurang lebihΒ 3 bulanan saya gak nongol di blog ini,
Maklumi sajalah, πŸ™‚ biasa, sedang menyibukan diri dengan aktifitas luar ruangan yang cukup menyita waktu πŸ™‚

Ya sudah, tidak usah berlama2, langsung saja, disini saya akan bercerita tentang perjalanan saya, lebih tepatnya liburan saya di kepulauan seribu beberapa bulan yang lalu. Cerita ini saya buat sekaligus sebagai testimony atau berbagi pengalaman bagaimana rasanya berlibur dengan menggunakan jasa perjalanan alias travel agen.

Ceritanya, liburan saya kali ini tidak backpackeran seperti biasanya, melainkan bareng2 bersama kawan lain yang mengikuti open trip, dan disini saya sebagai tour guidenya. Bermula dari tawaran seorang teman yang notabenya ia adalah sang pemilik salah satu jasa perjalanan, ia menawari saya untuk menjadi guide pada salah satu private tripnya, akhirnya saya mengiyakan saja untuk ikut, itung2 sembari belajar menjadi guide dari kaka guide yang sudah lebih dulu ada, πŸ™‚

Berangkat menuju pelabuhan Kaliadem Jakarta utara dari Kalibata Jakarta selatan sekitar pukul setengah enam pagi menggunakan sepeda motor, niatnya sekalian tes drive seberapa lengang kah jalanan ibu kota di pagi hari saat weekend? Ternyata cukup lengang, bahkan hanya memakan waktu kurang lebih 30 menit untuk sampai ke pelabuhan Keliadem Jakarta utara dari Kalibata Jakarta selatan, sungguh mencengangkan,, πŸ™‚ bayangkan saja, jika kita keluar rumah di jam yang berbeda misalnya di siang hari, mungkin akan menghabiskan waktu setengah hari untuk sampai Kaliadem dari Kalibata tadi πŸ™‚

Suasana Pelabuhan Kaliadem saat Weekend

pelabuhan-kali-adem

Sesampainya di pelabuhan Kaliadem, yang harus saya lakukan pertamakali adalah langsung mencari kawan saya yang bertugas sebagai guide untuk menunggu arahan selanjutnya.

Akhirnya ketemu juga, dan ternyata para peserta yang akan mengikuti private trip ini belum semuanya sampai di pelabuhan hingga mau tidak mau kita harus menunggu terlebih dahulu sampai semuanya kumpul. Untung masih pagi, jadi masih ada waktu untuk istirahat sebentar di pelabuhan sembari sarapan pagi. Waktu masih menunjukan pukul setengah tujuh pagi, sedangkan jadwal keberangkatan kapal sekitar pukul 7 pagi, walau kenyataanya kapal tersebut baru mulai meninggalkan pelabuhan Kaliadem menuju ke pulau Harapan sekitar pukul delapan pagi, FAK !!!

Akhirnya kami menaiki kapal, kondisi kapal sudah cukup penuh dengan manusia, ( jelas lah masa kambing πŸ™‚ ) bahkan sampai ada yang duduk di atas kapal, itupun masih menunggu lagi penumpang lain yang belum naik, disini saya berfikir apakah nantinya kapal akan kuat membawa penumpang sebanyak ini, yang mungkin jumlahnya ratusan? Atau jangan2 ditengah laut nanti kapal ini akan terbelah menjadi dua dan tenggelam? Apa yang harus saya lakukan jika imaginasiku menjadi kenyataan? FAK,, hiraukan saja pikiran dangkalku ini πŸ™‚

Akhirnya kapal mulai berlayar sekitar pukul delapan pagi menuju ke pulau Harapan. Waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke pulau Harapan dari pelabuhan Kaliadem sekitar tiga jam. Waktu yang cukup lama dan membosankan dengan suasana kapal yang sangat tidak kondusif dan gelombang laut yang membuatku sedikit mual karena tirindikasi mabok laut. πŸ™‚

Setelah tiga jam perjalanan dengan ketidak pastian, akhirnya sebuah daratan di tengah laut mulai menyumbul dan terlihat semakin jelas, ya, itu dia pulau Harapan yang sudah saya tunggu dari tadi, sudah tidak sabar ingin cepat2 singgah disana.

Sampai di Pulau Harapan

pelabuhan-pulau-harapan

Akhirnya sampai juga dan lakah pertamapun dimulai. Setelah sampai, saya dan kawan2 yang lain mulai menuju ke Homestay yang nantinya akan menjadi tempat kami untuk beristirahat, lokasinya cukup jauh dari pelabuhan, mungin sekitar satu kilometer kearah utara pulau, dan ternyata Homestay yang kami tempati tersebut sudah bukan berada di kelurahan pulau Harapan, melainkan sudah berbeda di kelurahan pulau Kelapa, kalau tidak salah, yang memang masih satu pulau dengan kelurahan Harapan.

Sesampainya di Homestay, saya dan kawan yang lain mulai bergegas untuk bersih2 dan dilanjutkan dengan menunaikan sholat dzuhur berjamaah, setelah selesai barulah kami beristirahat sejenak sembari menikmati hidangan makan siang yang cukup menggoda, tidak lain dan tidak bukan yaitu makanan laut alias seafood, ya jelas lah kan lagi di pulau, masa iya makanannya rendang πŸ™‚

Setelah selesai makan, datanglah sang pemandu setempat yang menginstruksikan bahwa sebentar lagi kita harus bersiap2 untuk selanjutnya masuk ke acara nyemplung laut alias bersnorkling ria, sontak semua peserta riuh ramai sudah tidak sabar ingin cepat2 merasakan bagaimana rasanya terjun bebas ke laut lepas dengan ditemani ikan2 lucu yang bersembunyi dibalik karang2 cantik.

Kembali Berlayar Menuju Spot Snorkeling

perahu

 

 

Setelah semua siap, perjalanan menuju spot snorkelingpun dimulai, tujuan pertama kami ialah pulau Genteng, perjalanan menggunakan perahu dari pulau Harapan ke pulau Genteng memerlukan waktu sekitar 30 menit. Diperjalanan kemi melewati beberapa pulau cantik disekitar pulau Harapan, salahsatunya bernama pulau Putri, kata pemandu setempat, pulau Putri ini adalah salahsatu pulau yang paling mewah yang ada di kepulauan seribu. Benar saja, karena dipulau tersebut sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang akan memanjakan pengunjungnya, mulai dari watterboom, cafeteria, lapangan olahraga dll. SKIP =>

Waktunya Snorkeling

senorkeling

Setelah sampai di perairan pulau Genteng, semua peserta langsung terjun ke dalam air, hanya dua orang yang belum, dan itu termasuk saya πŸ™‚ , kenapa saya tidak langsung ikut? Ya jelas lah, kan mereka yang punya acara kenapa harus saya duluan, apakah itu tidak disebut curi2 kesempatan dalam kesempitan? Disini kan posisi saya hanya sebagai guide yang sedang di training oleh kawan saya, πŸ™‚ dan satu lagi alasan saya kenapa saya tidak langsung menceburkan diri ke air, karena sebenarnya baru kali ini saya nyebur langsung kelaut setelah kurang lebih 10 tahunan berada di darat, bahkan sampai2 saya lupa bagaimana caranya berenang, maklum lah, saya kan berasal dari dataran tinggi alias orang gunung, wajar saja kalau tidak jago2 amat berenang, kalau dulu waktu kecil iya saya sering berenang bahkan balapan renang di kali/sungai sama kawan2, tapi kan ini lain ceritanya, mau tidak mau harus beradaptasi dulu dengan kondisi dan suhu air laut yang menurut saya diam2 menghanyutkan, emangnya saya kodok apa, tiba2 lagi nangkring di darat liat air langsung loncat, WTF, dan akhirnya sayapun nyebur juga walau cuma sebentar, dan ternyata cukup menyenangkan.

Setelah dirasa cukup bersenorkling di pulau Genteng, kamipun berencana melanjutkan senorkeling di pulau Macan, Wow ternyata senorkeling ada part 2 nya juga ya,Β  kamipun berangkat dengan semangat dan berharap semoga di spot kali ini memberikan warna baru dengan sensasi yang berbeda, karena spot senorkeling sebelumnya kurang epic dan tidak sesuai harapan.

FAK ,, ternyata spot kedua kalah jauh dengan yang pertama tadi, mungkin karena perairan di pulau Macan ini tidak sealami dibanding saat di pulau Genteng tadi, ditambah lagi arus laut saat itu cukup kuat, akhirnya snorkeling kami yang kedua masuk kategori FAIL alias gagal, tapi lumayan lah daripada gak kan? πŸ™‚

Melanjutkan Menuju Spot Snorkeling Berikutnya

kapten-kapal

Setelah seharian puas berendam di air namun belum juga menemukan sebangsa Patrick, akhirnya pemandu kapal memberikan opsi untuk melanjutkan berkeliling pulau saja, sudah bisa ditebak, semua peserta pastinya mengiyakan, termasuk saya, karena sebenarnya inilah yang saya tunggu2 dari tadi, jujur saja saya orangnya cepat bosan di satu tempat saja, penginnya tiap menit pindah2, kalo bisa sih keliling semua pulau di kepulauan seribu, bahkan kalau mampu sekalian saja tembusin ke kepulauan Natuna biar makin greget kaya bajak laut, πŸ™‚ tapi hal itu tidak mungkin terjadi, karena sang nahkoda kapal juga pasti sadar diri dengan kapasitas bahan bakar Β juga kondisi kapalnya yang memang tidak diperuntuhkan untuk pelayaran jauh. Apa mau kalau di tengah laut nanti tiba2 kapalnya terbelah menjadi dua? Pasti tidak mau kan? Makanya tidak usah berimajinasi dan berharap terlalu jauh, ikuti saja pilihan sang nahoda kapal yang pastinya sudah berpengalaman dalam membawa turis2 berkeliling pulau.

Selamat Datang di Pulau Perak

pulau-perak

Akhirnya meluncurlah kami ke pulau Perak, diperjalanan kami juga melewati pulau pasir gosong yang menyumbul ke permukaan, tapi sayang, akibat dari abrasi atau kenaikan permukaan air laut mengakibatkan pulau pasir yang cantik itupun mulai menghilang 😦

Kesan pertama setelah sampai di pulau Perak adalah AMAZING, pulau ini cukup bagus, bahkan bagus banget untuk kalangan saya yang memang jarang sekali menginjakan kakinya di hamparan pasir putih nan lembut seperti di pulau perak ini. tanpa berlama2 langsung saja saya meminta untuk di fotokan oleh kawan saya, maklum, jarang2 kan main ke pulau, πŸ™‚

Pelabuhan Pulau Perak

pelabuhan-pulau-perak

Lagi asik2nya foto, tiba2 terdengar sebuah teriakan yel2 yang tidak asing di telinga, kurang lebih bunyinya β€œ MY TRIP MY ADVENTURE ” disitu saya berfikir sejenak, sepertinya saya pernah dengar nada pentatonic seperti itu, tapi apa dan dimana ya? Dan akhirnya saya ingat, β€œ oh iya, itu kan yel2 yang biasanya ada di acara MY TRIP MY ADVENTURE, akhirnya saya cari dimana sumber suara itu berasal, dan ketemu juga, benar saja, ternyata dipulau perak ini sedang ada pengambilan gambar alias syuting untuk acara MY TRIP MY ADVENTURE, yang tidak lain dan tidak bukan pembawa acaranya adalah Deni Sumargo alias bang den.

Disela2 syuting banyak sekali para pengunjung pulau yang meminta untuk berfoto bersama sang pembawa acara MTMA ini, kebanyakan sih anak2 muda terutama cewek2 abg. Entah apa yang ada dipikiranya, kenapa disetiap ada artis yang mereka temui mereka selalu mengajaknya foto bersama, apa untuk sekedar kenang2an, atau hanya untuk pamer ke teman2nya bahwa dia telah berfoto bersama sang idola, Entahlah, hanya dia dan tuhan yang tau πŸ™‚

Kalau saya si ogah, ngapain juga harus berfoto2 bareng seperti itu, kenal juga kagak, terus lagian manfaatnya apa coba? Gak ada kan? πŸ™‚

Ternyata tanpa di nyana2 dan disangka2 sang artis pembawa acara itu menghampiri saya, saya sungguh kaget bukan kepalang, mungkin karena dari tadi muka saya mengacuhkannya tanpa ada rasa penasaran terhadapnya, atau karena ada hal yang lebih spesifik? Sayapun menjadi penasaran, tanpa diduga, sang artis itu ternyata malah meminta berfoto bersama saya, sayapun terkejut, kenapa bisa seorang artis meminta foto bersama dengan orang macam saya, apakah karena saya unik atau saya terlihat aneh hingga membuat seorang yang katanya superstar mau malakukan fotosesion bersamaku? Enahlah hanya artis itu dan tuhan yang tau πŸ™‚

( semua cerita di atas adalah FIKTIF alias tidak demikian adanya, dan yang aslinya adalah saya yang memohon2 untuk dapat berfoto bersama artis tersebut. Hahaaaaa,,,, satu orang telah tertipu πŸ™‚Β  πŸ˜€ ) lagian mana mungkin juga seorang artis minta berfoto bersama dengan orang macam saya, apa untungnya, malahan rugi, yang ada malah sebaliknya keles, saya yang meminta foto, sampai2 saya harus mengantri lama layaknya kaum duafa yang sedang menunggu pembagian zakat fitrah saat lebaran :).

Bersama Bang Deni Sumargo di MY TRIP MY ADVENTURE

deni-sumargo-my-trip-my-adventure

Sudah, abaikan saja hayalanku tadi, lanjut ke yang lain. Setelah cukup lama bermain2 di pulau Perak, bahkan kami telah berkeliling pulau ini, karena kami penasaran seberapa besarkah pulau perak ini, dan ternyata memang cukup kecil, bahkan mungkin hanya memerluan waktu 30 menit berjalan kaki untuk berkeliling ke seluruh pulau Perak ini.

Berkeliling Pulau Perak

sisi-utara-pulau-perak

Kami lanjut perjalanan pulang, namun waktu masih cukup banyak sekitar pukul empat sore, akhirnya sembari pulang ke pulau Harapan, kami memutuskan untuk singgah sejenak ke pulau Bulat, ya pulau bulat, demikian namanya, walau sebenarnya pulau ini tidak bulat2 amat, malahan terkesan persegi alias kubus atau bahkan mungkin trapezium, abaikan saja namanya, yang penting sekarang kita singgah dulu ke pulau Bulat ini untuk melihat dan mencari tau seberapa indah yang bisa disajikan pulau peninggalan bpk.Soeharto ini.

Setelah mendarat di pulau Bulat, sang pemandu setempat membawa kami berkeliling pulau, sembari sedikit bercerita tentang sejarah pulau yang katanya dulu memang berbentuk bulat namun berubah karena terkikis akibat abrasi air laut. Dulu, pulau bulat ini adalah pulau pribadi yang dimiliki oleh seorang presiden Indonesia, yaitu bapak Soeharto, dan dulu pula pulau tersebut adalah salah satu yang terbagus di gugusan kepulauan seribu. Pulau ini dulunya digunakan sebagai tempat peristirahatan keluarga presiden, bahkan sampai2 di pulau ini disediakan helipad atau tempat pendaratan helicopternya si presiden, fakta tersebut dibuktikan dengan adanya sisa2 landasan pesawat yang berada disisi timur pulau Bulat tersebut.

Sunset di Pulau Bulat Kepulauan Seribu

sunset-pulau-bulat

Ternyata eh ternyata, pulau Bulat ini adalah salahsatu spot terbaik untuk menikmati Sunset di gugusan kepulauan seribu, maka dari itu pulau Bulat sering dijadikan sebagai persinggahan terakhir para turis sebelum akhirnya kembali ke pulau Harapan. Pantas lah kalau pulau tersebut dulunya dijadikan sebagai tempat peristirahatan keluarga presiden, lah wong epik banget ko landscapenya , disini kita bisa bermain air sepuasnya sembari melihat matahari tenggelam di ufuk barat.

BONUS Indahnya Pemandangan di Pulau Bulat πŸ™‚

women-sunset

Setelah puas berkeliling dan berfoto Sunset di pulau bulat yang aslinya lonjong, waktu telah menunjukan pukul enam petang, tidak terasa senjapun telah berganti malam, dan itu tandanya kami harus pulang. Kami harus segera menaiki kapal untuk selanjutnya kembali menuju ke pulau Harapan sebelum air laut pasang, karena dengan kondisi kapal yang kecil dengan volume penumpang yang cukup banyak, di khawatirkan nantinya kapal tidak akan stabil saat kondisi air laut pasang dan berombak, selain daripada itu pastinya untuk mengantisipasi kegelapan ditengah laut dalam perjalanan pulang, karena tidak mungkinkan untuk berada di tengah laut dengan kondisi tanpa sedikitpun penerangangan, walaupun sesejatinya sang nahkoda sudah hafal betul dengan rute mana yang harus di lalui untuk bisa sampai ke pulau Harapan, tapi tetap saja khawatir, namanya juga jarang2kan bahkan belum pernah di tengah laut dengan keadaan gelap gulita.

Menikmati Sunset dari Atas Kapal

boat-sunset

 

Dengan doa dan harapan semua pasti tercapai, begitupun kala itu, tanpa bantuan GPS dan alat modern lainnya, akhirnya kamipun sampai dan kembali ke pulau Harapan dengan selamat, Alhamdullilah,, syukurlah,,

Waktu sudah menunjukan pukul tujuh malam, dan kamipun langsung bergegas bergantian untuk mandi dan membersihkan diri, untuk selanjutnya adalah waktunya bersantai sambil beristirahat dan dilanjutkan dengan acara penutup yaitu BBQ alias Barberque di tepi pantai,, aahhh,,, indahnya.

Setelah semuanya berakhir dan haripun berganti sunrise, itulah saatnya untuk kembali pulang ke tempat dimana kita akan berutinitas seperti sediakala, yaitu kembali ke Jakarta, selamat datang kembali Jakarta dan sampai jumpa lagi pulau Harapan. Terimakasih untuk dua hari yang cukup mengesankan.

 

#ARTIKEL INI DIBUAT MENURUT CERITA PRIBADI, DAN SAYA TIDAK DIBAYAR MAUPUN TERAFILIASI DENGAN PROGRAM MANAPUN

Advertisements

3 thoughts on “Menikmati Indahnya Pulau Harapan di Kepulauan Seribu”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s