CAMPING PULAU PARI

kepulauan seribu

Kata Siapa Liburan Harus Selalu Mahal?

Kurang lebih sudah satu bulan saya tidak corat-coret di blog ini, maklum saja saat ini saya sedang banyak rutinitas yang mengharuskan saya membagi waktu se adil mungkin antara Travel dan aktifitas lain, ditambah lagi rasa malas yang kian mendera di kala menulis kata untuk mengisi artikel Blog ini, sungguh sangat disayangkan.

Perjalanan saya kali ini yaitu berCamping ria di salah satu Pulau yang cukup indah di Kepulauan Seribu, yaitu Pulau Pari. Awalnya saya tidak begitu tertarik dengan Pulau yang satu ini, karena menurut informasi yang saya dapatkan dari berbagai sumber Pulau Pari ini sudah terlalu mainstream untuk Berkemah, di karenakan Pulau Pari ini adalah Pulau berpenduduk yang cukup padat, di pikiranku pasti akan banyak sekali sampah yang berserakan di Pantai, di tambah lagi pantainya yang tidak berkarang yang nantinya pasti tidak akan bisa berSnorkling ria, tapi tak apalah dari pada hanya berdiam diri ditempat kenapa tidak di coba saja.

Rencana awal sebelum memutuskan untuk berCamping di Pulau Pari adalah menuju Pulau Semak Daun atau Pulau Air, tapi apadaya, waktu dan biaya tidak berpihak dengan Kami, maka apa boleh buat untuk mengganti rencana yang tertunda itu Kami memutuskan untuk acara Trip bulan ini yaitu Camping ceria di Pulau Pari.

Peta Kepulauan Seribu

Peta Kepulauan Seribu

Letak Pulau Pari ini cukup dekat jika dibandingkan Pulau lain di Kepulauan Seribu , Kurang lebih memerlukan waktu Dua jam dengan Kapal kayu dari Pelabuhan Muara Angke/Kali Adem untuk sampai di Pulau Pari. Pulau ini juga seringkali di jadikan tempat transit bagi yang akan menggunjungi Pulau Tidung ataupun Pulau Pramuka, dan juga dari arah sebaliknya. Maka jangan heran jika sarana dan prasarana di Pulau ini sudah cukup lengkap, mulai dari Toko – toko, Sekolahan, Puskesmas dan yang lainnya, semua tersedia di pulau yang berpenghuni lebih dari Limaratus jiwa ini.

Senin, 5 Oktober 2015, Perjalanan Kami mulai dari Pasar Rebo, Kami berangkat pukul 05.30 pagi menggunakan Bus Trans Jakarta/Busway Kp.Rambutan – UKI, selanjutnya menyambung dari UKI – Grogol, kurang lebih memerlukan waktu satu jam untuk sampai di Grogol dari Pasar Rebo. Karena bertepatan dengan hari awal masuk kerja sehingga perjalanan sedikit agak lama dari biasanya.

Setelah sampai di Grogol sekitar pukul 06.30, Kami melanjutkan perjalanan menuju Muara Angke menggunakan angkutan umum/Angkot KWK B01 jurusan Grogol – Muara Angke. Kurang lebih memerlukan waktu Tigapuluh menit untuk sampai di Muara Angke dari Grogol.

Setelah sampai di Muara Angke perjalanan selanjutnya bisa menggunakan Becak atau Ojek menuju ke Pelabuhan Kali Adem, karena untuk penyeberangan menuju Kepulauan seribu saat ini bisa melalui Pelabuhan Kali Adem, yang letaknya bersebelahan persis dengan Muara Angke. Jarak pelabuhan Kali Adem dari pemberhentian Angkot kurang lebih Satu kilometer, maka dari itu untuk mempersingkat waktu kami memutuskan untuk menaiki Becak Motor.

Pelabuhan Kali Adem dikala Pagi

Muara Angke

Tepat pukul 07.00 pagi Kami sampai di Pelabuhan Kali Adem, langsung saja Kami memesan Tiket Kapal menuju ke Pulau Pari, dan ternyata Kami mendapatkan Kapal yang terakhir, Syukur Alhamdulillah kita belum terlambat, memang selalu ada jalan untuk Pejalan. 🙂

Sekitar pukul 08.00 Kapal dari Pelabuhan Kali Adem menuju Pulau Pari akhirnya berangkat juga, tidak banyak yang bisa kita lakukan saat dalam perjalanan di kapal selain memandang luasnya lautan dan beberapa Gugusan Pulau-Pulau kecil di seberang sana.

Selamat Datang di Pulau Pari

Welcome Pulau Pari

Setelah kurang lebih Dua jam perjalanan atau sekitar pukul 10.00 pagi akhirnya sampai juga Kami di Pulau Pari. Kesan petama yang saya dapat dari pulau ini yaitu ketenangan dan keramahan, mungkin karena bukan Longwekkend sehingga suasana di Pulau ini cukup hening.

Setelah turun dari Kapal Kami langsung membeli bahan makanan untuk Satu hari kedepan, karena Kami tidak cukup waktu untuk membeli saat di jalan tadi maka dari itu Kami memutuskan untuk membelinya saat sampai di Pulau saja. karena feeling Saya harganya tidak berbeda jauh dengan kita membelinya saat di Jakarta, dan ternyata feeling Saya kali ini salah, harganya Dua kali lipat lebih mahal, tapi apa boleh buat karena mau tidak mau harus tetap membelinya.

Selamat Datang di Pantai Pasir Perawan

Welcome Pantai Pasir Perawan

Setelah semua bahan makanan terbeli barulah Kami menuju Pantai Pasir Perawan, letaknya tidak jauh dari Dermaga Pulau Pari, kurang lebih hanya sekitar Limaratus meter sebelah timur dermaga. Setelah jalan kaki selama Limabelas menit akhirnya Kami sampai juga di Pantai Pasir Perawan Pulau Pari.

Virgin Beach Pari Island

Pulau Pari

Di Pantai inilah salah satu Spot Camping paling terkenal di Pulau Pari, tempatnya cukup luas dan cukup bersih, cukup jauh dari kesan kotor apalagi kumuh, jadi cukup pas untuk kalian yang menginginkan suasana tenang sekaligus menyegarkan.

Pantai Yang Tenang

Pantai Pasir Perawan

Nongkrong di Pantai

Nongkrong di Pantai

Ayunan di Pinggir Pantai

Ayunan Pantai Pasir Perawan

Untuk mendirikan tenda disini para Pelancong di kenakan biaya retribusi sebesar Sepuluhribu rupiah, cukup murah dan sebanding dengan suasana tenang yang kita dapatkan. Di pantai Pasir Perawan ini kalian juga bisa melakukan banyak aktifitas, diantaranya Berenang, Memancing, Bermain Bola, atau hanya sekedar berkeliling Pulau dengan Berjalan Kaki, semua bisa Kita lakukan disini.

Santai di Pantai

Santai di Pantai

Singkat cerita perjalanan Kami kali ini cukup lancar, walau tidak sesuai target setidaknya banyak pelajaran yang bisa Kami ambil dari perjalanan Trip kali ini, di antaranya ketepatan memilih tempat dan waktu Trip itu sangat penting, lalu dengan budget minim pun Kita masih bisa melakukan perjalanan yang menyenangkan, dan yang paling penting yaitu bersyukur, bersyukur karena Indonesia memiliki banyak sekali tempat yang indah, maka jangan hanya diam di tempat, ambil ranselmu dan berjalanlah.

Tips:

  • Jika ingin berlibur ke pulau seribu ambilah hari – hari biasa seperti hari senin, selasa atau rabu, karena di saat itulah pulau di kepulauan seribu akan sepi pengunjung dan itu menjadi kesempatan buat kita untuk mendapatkan ketenangan dan kesenangan dalam berlibur.
  • Datanglah ke pelabuahan Muara Angke/Kali Adem sebelum jam 07.00 pagi, karena untuk mengantisipasi ketinggalan kapal.
  • Belilah bahan makanan saat masih di Jakarta, karena harganya bisa jauh lebih mahal jika kita membelinya saat di pulau. Tapi tidak ada salahnya untuk kita membeli makanan khas pulau sekaligus unuk memberdayakan penduduk sekitar.
  • Jika ingin melakukan Camping di pulau, bawalah air mineral yang banyak, karena untuk mengantisipasi ketiadaan air tawar.
  • Jangan lupa untuk membawa Lotion anti nyamuk karena nyamuk di pulau sangat ganas .
  • Dan yang paling penting JANGAN MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN.

Estimasi Biaya Perjalanan Satu Orang PP:

Busway dari Pasar Rebo – Grogol = Rp 2.000 x 2 = Rp 4.000

Angkot dari Grogol – Muara Angke = Rp 8.000 x 2 = Rp 16.000

Becak Motor dari Muara Angke – Pelabuhan Kali Adem = Rp 5000 x 2 = Rp 10.000

Kapal dari Pelabuhan Kali Adem – Pulau Pari = Rp 40.000 x 2 = Rp 80.000

Logistik = Rp 100.000

TOTAL = Rp 210.000

Terimakasih Telah Berkunjung Ke Blog Kami

Advertisements

5 thoughts on “CAMPING PULAU PARI”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s