7 Hewan Eksotik Yang Semakin Langka Di Indonesia

komodo

Selamatkan Mereka Sebelum Mereka Punah

 

Indonesia merupakan rumah bagi lebih dari Lima ribu spesies fauna yang ada di belahan bumi, dan sebagian diantaranya mulai terancam punah. Banyak faktor yang mempengaruhi kepunahan dari hewan2 tersebut. Mulai dari perburuan liar, perusakan habitat, sampai perdagangan bebas yang masih marak terjadi di negara kita ini. Sayang sekali jika suatu hari nanti anak cucu kita tidak bisa melihat bagaimana eksotiknya dari hewan2 itu. Maka dari itu, marilah kita jaga bersama keaneka ragaman hayati yang sudah ada di negeri tercinta ini.

Banyak cara untuk bisa membantu melestarikan keaneka ragaman hewan tersebut, sekaligus dapat mencegahnya dari kepunahan. Diantaranya dengan menjaga habitat atau tempat tinggal mereka, dengan kita tidak merusak hutan dan lautan, maka secara tidak langsung kita ikut dalam menjaga kelestarian mereka.

Dan inilah 7 hewan eksotik yang mulai punah di indonesia

1. Gajah Sumatera

gajah

Gajah Sumatera adalah species Gajah dengan ukuran terkecil. Dengan tinggi badan antara 1,7 hingga 2,6 meter, Gajah Sumatera lebih kecil daripada species Gajah lainnya.
Saat ini hanya tersisa 2.400 hingga 2.800 individu Gajah Sumatera yang tersisa di alam.Beberapa penyebab berkurangnya populasi gajah diantaranya adalah praktik perburuan dan pembalakan liar, alihnya fungsi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit, perubahan iklim, kebakaran hutan serta konflik dengan manusia. WWF-Indonesia berusaha melindungi kelestarian Gajah Sumatera. Sejak 2004 WWF-Indonesia mengelola Taman Nasional Tesso Nilo di provinsi Riau sebagai salah satu langkah maju dalam usaha konservasi Gajah Sumatera.
Keunikan Gajah
Setiap harinya gajah mengkonsumsi sekitar 200 kilogram makanan. Makanan tersebut akan menyisakan biji yang akan disebarkan dalam pengembaraan Gajah yang bisa mencapai 15 kilometer setiap harinya.
Gajah biasanya mencari tempat tinggal di dataran rendah terutama lokasi yang berdekatan dengan sungai.
Gajah dikenal sebagai Satwa Payung. Hadirnya Gajah di suatu lokasi menandakan tersedianya sumber daya untuk mendukung kehidupan satwa lain yang mengindikasikan sehatnya suatu ekosistem.

2. Harimau Sumatera

harimau-sumatera

Harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) adalah harimau terakhir Indonesia setelah harimau Bali pada dekade 40-an dan harimau Jawa pada dekade 80-an dinyatakan punah.
Diperkirakan populasi yang tersisa di habitat alaminya hanya 300 – 400 ekor dan jumlahnya akan terus berkurang apabila kerusakan hutan Sumatera terus berlanjut. Kepedulian terhadap masa depan “Raja Hutan” di habitat alaminya mendorong WWF-Indonesia terus melakukan upaya terpadu untuk melindungi harimau Sumatera.
Keunikan Harimau Sumatera
Harimau Sumatera adalah perenang yang handal karena memiliki selaput diantara jari-jarinya, berbeda dengan kucing peliharaan yang tidak menyukai air. Warna belang oranye dan hitam harimau merupakan kekuatannya untuk kamuflase. Motif belangnya juga berfungsi sebagai pembeda setiap individu harimau dengan individu lainnya, sama halnya dengan pola sidik jari manusia.

3. OrangUtan

orang-utan

Orangutan adalah satu-satunya kera besar yang ada di Asia dan hanya dapat ditemukan di Pulau Kalimantan dan Sumatera. Kera besar lainnya yaitu gorilla, simpanse dan bonobo hidup di Afrika.
Orangutan sendiri dibagi menjadi 2 spesies yaitu Pongo pygmaeus yang hidup di Kalimantan dan Pongo abelii yang ada di Sumatra. Populasi orangutan kian hari kian berkurang, bahkan dalam 20 tahun terakhir populasi orangutan Kalimantan telah berkurang hingga 55%. Orangutan Sumatera masuk dalam kategori sangat terancam punah karena populasinya tinggal 7.500 individu di alam. Sementara orangutan Kalimantan masuk dalam kategori terancam punah dan tersisa 57.000 individu. Beberapa penyebab berkurangnya populasi orangutan diantaranya adalah praktik perburuan dan pembalakan liar, alihnya fungsi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit, perubahan iklim, serta kebakaran hutan.
Keunikan Orangutan
Orang utan memiliki tubuh yang gemuk dan besar, berleher besar, lengan yang panjang dan kuat, kaki yang pendek dan tertunduk, dan tidak mempunyai ekor. Makanan orang utan antara lain adalah kulit pohon, dedaunan, bunga, beberapa jenis serangga dan buah-buahan. Berat orangutan jantan sekitar 50-90 kg, sedangkan orangutan betina beratnya sekitar 30-50 kg. Orangutan dapat bergerak cepat dari pohon ke pohon dengan cara berayun pada cabang-cabang pohon.

4. Penyu

Green Sea Turtle (Chelonia mydas) feeding on sea weed in a meadow, Hurghada, Red Sea, Egypt, Africa
Green Sea Turtle (Chelonia mydas) feeding on sea weed in a meadow, Hurghada, Red Sea, Egypt, Africa

Indonesia merupakan rumah bagi 6 dari 7 spesies Penyu yang ada di dunia. Ketujuh spesies Penyu tersebut adalah Penyu Belimbing, Penyu Hijau, Penyu Tempayan, Penyu Pipih, Penyu Sisik, dan Penyu Lekang.
Penyu Laut masuk dalam daftar IUCN sebagai spesies dengan kategori terancam punah. Ancaman yang dihadapi Penyu antara lain praktik perikanan yang tidak ramah lingkungan, pembuangan sampah di pantai & laut, perdagangan daging dan telur, eksploitasi yang membahayakan lingkungan, maupun perubahan iklim. Hanya 1 dari 1000 tukik yang dapat selamat hingga menjadi Penyu dewasa.
Keunikan Penyu
Penyu adalah sejenis reptil yang bernafas dengan paru-paru namun hidup di laut. Bayi Penyu disebut tukik, cangkangnya disebut karapas dan tulang dadanya dikenal dengan plastron. Penyu Belimbing adalah penyu yang berukuran paling besar, dapat menyelam paling dalam, berenang paling cepat dan melakukan perjalanan paling jauh. Sekali bertelur, penyu betina menghasilkan 50-150 butir telur, tergantung jenisnya. Penyu mampu bertahan hidup hingga berusia lebih dari 100 tahun, tergantung jenisnya. Penyu merupakan satwa pengembara yang tangguh karena dapat mengarungi samudra hingga ribuan kilometer. Bahkan penyu belimbing mampu menyeberangi Samudra Pasifik.

5. Badak Jawa

badak

Badak Jawa merupakan salah satu mamalia besar terlangka di dunia yang ada diambang kepunahan. Dengan hanya sekitar 50 ekor individu di alam liar, spesies ini diklasifikasikan sebagai sangat terancam (critically endangered) dalam Daftar Merah IUCN. Ujung Kulon menjadi satu-satunya habitat yang tersisa bagi badak Jawa. Populasi badak Jawa di Vietnam telah dinyatakan punah.
Status badak Jawa dilindungi sejak 1931 di Indonesia, yang diperkuat dengan penetapan Ujung Kulon di barat daya pulau Jawa sebagai taman nasional sejak 1992.
Deskripsi Fisik
Cula kecil dengan panjang sekitar 25 cm untuk badak jantan sementara badak betina hanya memiliki cula kecil atau tidak sama sekali.
Berat badan antara 900 – 2.300 kg, dengan panjang badan 2 – 4 meter dan tinggi 1.7 meter.
Berwarna abu-abu dengan tekstur kulit yang tidak rata dan berbintik.
Badak jantan mencapai fase dewasa setelah 10 tahun, sementara betina pada usia 5 sampai 7 tahun dengan masa mengandung selama 15 – 16 bulan.
Bagian atas bibirnya meruncing untuk mempermudah mengambil daun dan ranting.

 

6. Hiu dan Pari Manta

Hiu-Putih

Indonesia sendiri merupakan habitat bagi empat jenis hiu dan dua jenis pari manta yang tercantum dalam daftar Appendix II CITES ini. Spesies hiu dan pari manta tersebut adalah oceanic whitetip shark, 3 jenis hammerhead shark (scalloped hammerhead, smooth hammerhead, great hammerhead), oceanic manta dan reef manta.
Keunikan Hiu
Hiu adalah predator puncak dan memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan ekosistem laut. Mengatur perdagangan adalah kunci untuk melindungi spesies penting ini dan memastikan laut tetap produktif berkontribusi untuk ketahanan pangan. Diperkirakan 90% populasi hiu di beberapa lokasi di dunia mengalami penurunan drastis. Spesies ini diburu untuk sirip, daging, kulit, minyak hati dan tulang rawannya.  Permintaan pasar akan sirip hiu terbesar berasal dari Asia, yang kemudian menjadi pendorong atas penangkapan ikan secara berlebihan yang mengakibatkan penurunan populasi. Sirip oceanic whitetip dan hammerhead diburu karena bernilai tinggi, sementara sepiring produk olahan insang pari manta dicari untuk tonik kesehatan di Cina Selatan.

 

7. Komodo

komodo1

Dari tahun ke tahun populasi komodo semakin sedikit. Berkurangnya populasi komodo ini disebabkan tiga hal.
Pertama, keterbatasan makanan komodo karena populasi manusia meningkat. Komodo merupakan hewan karnivora yang biasanya mengonsumsi rusa, kerbau dan babi hutan. Sebagian masyarakat di sekitar juga mengonsumsi rusa dan kerbau.
Penyebab kedua, kebakaran hutan yang berimbas juga pada keterbatasan makanan.
Faktor terakhir tentu saja isu global warming yang santer dibicarakan saat ini. Efek dari global warming menyebabkan perubahan cuaca yang tidak menentu dan berakibat pada populasi komodo.
Keunikan Komodo
Komodo merupakan kadal dengan spesies terbesar di dunia yang hanya dapat ditemukan di Indonesia. Terutama di Pulau Komodo, Flores, Rinca, serta beberapa pulau lainnya di Nusa Tenggara.
Komodo menggunakan lidah untuk mencium dan mendeteksi rasa, dan dengan lidahnya komodo dapat mengetahui arah dalam kondisi gelap. Bersama bantuan angin dan kebiasaannya menelengkan kepalanya ke kiri atau ke kanan saat berjalan, ia dapat mengetahui keberadaan bangkai daging hingga sejauh 9 km.
Komodo muda akan menghabiskan hari-harinya di atas pohon sebagai tempat mereka bersembunyi dan relatif aman dari predator. Komodo membutuhkan 3 sampai 5 tahun untuk dewasa dan dapat hidup hingga 50 tahun.

#di ambil dari wwf indonesia dan berbagai sumber

Terimakasih Telah Berkunjung Ke Blog Kami

 

Advertisements

One thought on “7 Hewan Eksotik Yang Semakin Langka Di Indonesia”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s