Ujung Genteng Keindahan Yang Tak Berujung

ujung genteng

 

Santai . . Kaya di Pantai . . !!!

Apa yang ada di benak kalian ketika pertamakali mendengar nama Ujung Genteng? Pantai? Indah? Konservasi Penyu? atau Jauh? Ya itulah beberapa gambaran tentang sebuah pantai bernama Ujung Genteng. Pantai yang terletak di selatan Jawa Barat ini, lebih tepatnya di Kec Ujung Genteng Kabupaten Sukabumi, memang sangat terkenal dengan keindahan alam serta pantainya.

Untuk menuju ke pantai Ujung Genteng itu sendiri memerlukan waktu kurang lebih 9 jam perjalanan dari arah Jakarta, dan 10 Jam perjalanan dari Kota Bandung. Cukup jauh memang dan sangat melelahkan, tetapi semua rasa capek itu akan terbayar oleh keindahan pantai yang begitu mempesona sekaligus masih sepi dari wisatawan.

Perjalanan saya kali ini di mulai dari kota Cianjur, berangkat pada hari senin tgl 8 Juni 2015 kemarin. Kenapa saya memilih hari senin untuk perjalanan saya kali ini? Karena untuk menghindari keramaian yang biasanya terjadi di tempat2 wisata saat Wekeend, apa lagi nama Ujung Genteng sekarang sudah cukup terkenal di kalangan Traveler, ditambah lagi bulan Juni adalah waktu liburan anak sekolah, pastinya akan lebih banyak lagi pengunjung yang datang kepantai yang satu ini.

Saya berangkat kurang lebih pukul 06.00 pagi. Saya sengaja memulai perjalanan pagi, karena untuk mengantisipasi kemacetan yang biasanya sering terjadi di Kota Sukabumi. Akhirnya benar saja, baru setengah jam perjalanan tepatnya di perbatasan antara Cianjur dan Sukabumi kemacetan mulai terjadi, ternyata saya salah prediksi waktu, karena pas bertepatan dengan masuknya jam pabrik di kawasan industry Cimangkok. Lumayan lama kendaraan saya tersendat bahkan tidak bergerak samasekali, selama kurang lebih 30 menit barulah perjalanan mulai lancar kembali.

Untuk menuju ke Ujung Genteng sebenarnya terdapat dua jalur utama, yaitu melewati jalur Pelabuhan Ratu dan jalur Cikembar, dan untuk perjalanan saya kali ini saya memutuskan memilih Jalur Cikembar, karena menurut informasi yang saya dapat dari orang2 yang sudah lebih dulu kesana, jalur Cikembar lebih hemat 30km, karena kita tidak harus memutar melewati Pelabuhan Ratu terlebih dahulu.

Peta Ke Ujung Genteng

sukabumi-ujung-genteng

Jalan dari arah Cikembar menuju Ujung Genteng masih cukup bagus, walau masih kalah bagus jika di bandingkan dengan jalur Pelabuhan Ratu sekarang. Karena masih ditemui beberapa titik jalan yang bergelombang dan juga berlubang, tapi masih relativ aman untuk di lalui kendaraan.

Pemandangan di sepanjang jalur Cikembar di dominasi oleh perkebunan penduduk, sebagian besar berupa perkebunan teh, kakao, dan hutan jati. Yang bikin saya suka saat melewati jalur ini adalah suasana jalanannya yang masih sepi dari kendaraan besar, dan cukup teduh karena banyak pepohonan di pinggiran jalannya.

Setelah melewati hutan2 tadi, selanjutnya akan melewati beberapa pusat keramaian seperti pasar, dan disitu juga akan menemui beberapa titik persimpangan jalan. Seperti di persimpangan Kiaradua salah satunya, di perempatan inilah kendaraan dari arah Pelabuhan Ratu dan Cikembar yang menu ke Ujung Genteng bertemu, dan yang akan menuju ke Ujung Genteng tinggal mengkuti jalur utamanya saja.

Setelah kurang lebih 5 jam perjalanan, selanjutnya akan di temui rambu jalan bertuliskan Kecamatan Surade, itu tandanya tinggal sebentar lagi akan sampai di Ujung Genteng. Dan untuk sekedar informasi, Pom Bensin surade adalah Pom bensin terakhir sebelum masuk ke kawasan Ujung Genteng, saya sarankan disini untuk mengisi full bahan bakar kendaraan kalian. Selain untuk mengantisipasi kehabisan bahan bakar, karena jarak dari Surade ke Ujung Genteng masih lumayan jauh, dan jika kita membeli bensin eceran disana harganya akan jauh lebih mahal.

Pantai Cibuaya Arah Barat

DCIM100MEDIA
DCIM100MEDIA

 

Pantai Cibuaya Arah Timur

DCIM100MEDIA
DCIM100MEDIA

Tidak terasa sudah 7 jam saya berkendara, waktu tepat menunjukan pukul 13.00 siang, akhirnya saya sampai di pintu masuk Pantai Ujung Genteng, disini saya harus membayar retribusu pantai sebesar Rp: 8.000. Jarak dari Pintu Masuk menuju Pantai masih kurang lebih 2km lagi. Tetapi pemandangan yang disuguhkan sepanjang jalur Pantai Ujung Genteng sungguh luar biasa indah. Seakan2 kita sedang berada di pulau Lombok, karena banyak terdapat padang savanna di pinggir pantai, dan savana tersebut biasa di gunakan sebagai tempat penggembalaan sapi2 oleh penduduk sekitar.

Pantai Yang Cantik

DCIM100MEDIA
DCIM100MEDIA

 

Akhirnya sampai juga di pantai Ujung Genteng, kesan pertama saat melihat pantai ini saya langsung terpesona, karena masih cukup terawat jika di bandingkan dengan pantai lain di sekitaran Sukabumi. Di pantai ini juga terdapat pasar nelayan yang biasa menjual dan melelang ikan segar secara langsung dengan harga yang lebih murah pastinya.

Setelah melihat2 spot2 favorit di sepanjang pantai ini, akhirnya saya memutuskan untuk Camp di salah satu pantai yang masih satu garis dengan Pantai Ujung Genteng yaitu Pantai Cibuaya. Kenapa saya memilih Camp di pantai ini? Karena selain pantainya yang masih sepi, di pantai ini juga kita dapat berenang, karena ombak di pantai ini tidak terlalu besar jika di bandingkan dengan pantai2 di sebelahnya, walau di pantai ini umumnya terdapat banyak karang tapi pasir putihnya masih cukup luas untuk kita bisa bermain sambil menunggu matahari terbenam.

Narsis dikit ahh . . 🙂

DCIM100MEDIA
DCIM100MEDIA

Air di Pantai Cibuaya ini benar2 jernih, saking jernihnya sampai terlihat jelas ikan2, dan terumbu karang di sepanjang jalur pantai ini. Tapi saya sarankan untuk tetap berhati2 jika kalian mencoba berenang di pantai ini, karena banyak sekali di temui bulu babi yang mungkin sangat beracun jika tidak sengaja terinjak. Dan yang paling penting, janganlah kalian merusak terumbu karang jika kalian sedang berada di pantai, karena terumbu karang adalah rumah bagi biota2 laut yang hidup didalamnya, jika terumbu karang mati, maka ikan2 atau biota lain yang hidup di sekitarnya juga akan berkurang.

Airnya Jernih Banget 🙂

20150609_063748

Banyak sekali yang bisa kita lakukan di Pantai Cibuaya ini, mulai dari snorkling, atau cuma sekedar berenang, atau mungkin ingin bermain bola di pasir putihnya, semuanya bebas tanpa ada yang melarang. Yang saya lakukan kemarin juga demikian, mulai dari membangun tenda, berenang, memasak, bersih pantai, dan banyak lagi.

Tenda Kita, Rumah Kita 🙂

DCIM100MEDIA
DCIM100MEDIA

 

Aksi Bersih Pantai

DCIM100MEDIA
DCIM100MEDIA

Oh iya, , sekedar info saja. Jika kalian membawa kendaraan dan ingin Camping di Pantai Cibuaya ini, di harapkan untuk berhati2. Menurut info yang saya dapat dari warga sekitar, di Pantai Cibuaya ini sering terjadi kasus Curanmor. Karena memang pantai ini cukup jauh dari rumah penduduk, untuk itu di sarankan agar kendaraan bisa di simpan di depan tenda dan dapat berjaga malam secara bergantian. Tapi tenang saja, asalkan kalian waspada, pantai ini masih cukup aman untuk bisa di nikmati.

Pasir Putih

20150609_101

Satu hari saja tidaklah cukup untuk mengekplore semua keindahan yang ada di Ujung Genteng ini, tapi apadaya, aktifitas lain telah menunggu, dan itu tandanya mau tidak mau saya harus kembali pulang, tapi saya berjanji jika suatu hari nanti saya diberi kesehatan dan kesempatan, saya ingin sekali kembali lagi kesini bersama keluarga, agar bisa menikmati betapa indah dan cantiknya pantai Ujung Genteng ini.

Terimakasih Telah Berkunjung Ke Blog Kami

Advertisements

4 thoughts on “Ujung Genteng Keindahan Yang Tak Berujung”

    1. kalau pake mobil si enaknya via pelabuhan ratu,karena jalannya lbh luas,, tp via cikembar juga bisa, cuma kalo lg papasan harus ada yg ngalah dulu, karena jalannya masih sempit tp udh bagus. 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s